Sabtu, 03 Mei 2025

Katering Sehat dan Meal Prep: Usaha Kuliner untuk Gaya Hidup Modern

 Berikut artikel singkat untuk usaha viral kedua: Katering Sehat dan Meal Prep.



Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, usaha katering sehat dan meal prep kini menjadi salah satu bisnis kuliner yang sangat diminati. Tren ini berkembang pesat di kalangan profesional muda, ibu rumah tangga, hingga atlet dan pegiat kebugaran.


Apa itu Meal Prep?

Meal prep adalah konsep menyiapkan makanan sehat dalam porsi harian atau mingguan, biasanya dikemas dalam box dan dikirim ke pelanggan secara rutin. Menu disusun dengan perhitungan kalori dan gizi yang tepat.


Target Pasar:


Orang yang sedang diet (misal: diet keto, rendah kalori, atau plant-based)

Pegawai kantoran yang sibuk

Individu yang fokus pada kebugaran atau fitness

Orang tua yang ingin memberikan bekal sehat untuk anak


Keunggulan Bisnis Ini:


Tingkat repeat order tinggi (pelanggan bisa langganan mingguan)

Bisa dijalankan dari dapur rumah

Tidak banyak pesaing di daerah tertentu

Mendukung gaya hidup sehat, jadi punya nilai sosial yang positif


Tips Sukses:


1. Konsultasikan menu dengan ahli gizi.

2. Sajikan makanan menarik secara visual.

3. Tawarkan paket langganan (harian/mingguan).


4. Manfaatkan media sosial dan testimoni pelanggan.

Katering sehat bukan hanya soal bisnis, tapi juga menjadi bagian dari solusi gaya hidup masa kini. Cocok untuk Anda yang suka memasak dan peduli pada kesehatan.


Bisnis Makanan Beku: Peluang Usaha Praktis yang Sedang Viral

 

Bisnis makanan beku atau frozen food menjadi salah satu peluang usaha yang semakin populer di tahun 2024. Gaya hidup yang serba cepat membuat banyak orang memilih makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah disajikan, terutama untuk pekerja kantoran, mahasiswa, atau ibu rumah tangga yang sibuk.

Produk makanan beku yang banyak diminati antara lain:

Dimsum dan siomay

Bakso dan nugget homemade

Risol, pastel, dan lumpia frozen

Donat beku atau dessert box

Keunggulan bisnis frozen food:

Tidak cepat basi, sehingga bisa disimpan lebih lama

Modal awal bisa disesuaikan dengan skala usaha

Proses produksi bisa dilakukan dari rumah

Permintaan pasar stabil, bahkan cenderung meningkat

Tips memulai:

1. Gunakan bahan berkualitas dan jaga kebersihan.

2. Kemas makanan secara menarik dan higienis.

3. Gunakan media sosial untuk pemasaran, terutama Instagram dan TikTok.

4. Tawarkan sistem pre-order agar produksi sesuai permintaan.


Bisnis ini sangat cocok bagi pemula karena tidak memerlukan tempat besar dan bisa dimulai dari dapur rumah sendiri. Dengan strategi yang tepat, bisnis makanan beku bisa berkembang menjadi brand lokal yang sukses.


Berikut adalah 10 ide usaha yang sedang viral dan banyak diminati di tahun 2025


1. Bisnis Makanan Beku (Frozen Food)

Makanan beku seperti bakso, dimsum, dan camilan tradisional semakin populer karena praktis dan tahan lama.


2. Katering Sehat dan Meal Prep

Dengan meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat, layanan katering sehat dan meal prep menjadi pilihan favorit bagi mereka yang sibuk.


3. Thrift Shop (Pakaian Bekas)

Tren fashion second-hand alias thrift shop semakin hits karena ramah lingkungan dan harganya lebih terjangkau.


4. Jasa Desain Grafis Freelance

Jika memiliki keahlian desain, membuka jasa desain grafis dari rumah bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.


5. Dropshipper dan Reseller Produk Kecantikan

Produk kecantikan seperti skincare dan kosmetik selalu dicari. Menjadi dropshipper atau reseller memungkinkan untuk memulai bisnis tanpa perlu stok barang sendiri.


6. Jasa Edit Video dan Konten Kreator

Konten video semakin diminati, terutama untuk pemasaran di media sosial. Jika memiliki kemampuan editing, menawarkan jasa edit video bisa menjadi peluang usaha.


7. Bisnis Kue dan Camilan Unik

Kue-kue kekinian seperti dessert box dan soft cookies masih banyak penggemarnya. Menciptakan camilan unik dapat menarik minat pembeli.


8. Jasa Les Online atau Private Tutor

Dengan meningkatnya kebutuhan pendidikan daring, membuka jasa les online di bidang tertentu bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan.


9. Usaha Tanaman Hias dan Hidroponik

Minat terhadap tanaman hias dan hidroponik terus berkembang. Menjual tanaman hias atau menyediakan layanan hidroponik dapat menjadi peluang bisnis yang menarik.


10. Jual Produk Handmade dan Custom

Produk handmade seperti lilin aromaterapi dan aksesoris custom selalu menarik minat pembeli. Membuat produk unik dan personalized sesuai permintaan pelanggan dapat menjadi usaha yang menguntungkan.

Teknik Beternak Ayam Kampung yang Menguntungkan

 

Ayam kampung dikenal memiliki cita rasa khas dan nilai jual tinggi, terutama di kalangan konsumen yang mengutamakan produk alami. Namun, agar usaha ternak ayam kampung benar-benar menguntungkan, dibutuhkan teknik dan strategi yang tepat. Berikut ini adalah beberapa teknik beternak ayam kampung yang bisa membantu Anda meraih keuntungan maksimal.


1. Pilih Sistem Pemeliharaan yang Efisien

Ada tiga sistem umum dalam beternak ayam kampung:

Sistem umbaran (tradisional): Biaya rendah, tetapi risiko tinggi dan pertumbuhan lambat.

Sistem semi intensif: Ayam dibiarkan bebas sesekali, tetapi tetap dikandangkan—seimbang antara biaya dan kontrol.

Sistem intensif: Ayam selalu dalam kandang, cocok untuk skala besar, dengan kontrol penuh terhadap pakan dan kesehatan.

Untuk hasil optimal, sistem semi intensif direkomendasikan bagi pemula dan peternak menengah.


2. Gunakan Bibit Ayam Kampung Super

Ayam kampung super adalah hasil persilangan yang memiliki pertumbuhan lebih cepat namun tetap memiliki cita rasa ayam kampung asli. Bibit ini bisa dipanen dalam waktu 60–75 hari, jauh lebih cepat dibanding ayam kampung biasa.


3. Optimalkan Pakan

Kunci keuntungan adalah menekan biaya pakan tanpa mengorbankan kualitas. Gunakan kombinasi pakan buatan dan alami seperti:

Dedak, jagung giling, bekatul

Daun singkong, pepaya, atau kangkung

Serangga alami atau limbah dapur rumah tangga

Pemberian pakan yang seimbang akan mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan ayam terhadap penyakit.


4. Perhatikan Kesehatan dan Kebersihan

Pencegahan lebih murah daripada pengobatan. Jaga kebersihan kandang, berikan vaksin dasar (seperti ND dan AI), dan lakukan pemeriksaan rutin. Ayam sehat tumbuh lebih cepat dan lebih sedikit mengalami kematian.


5. Manfaatkan Limbah untuk Mengurangi Biaya

Limbah seperti kotoran ayam bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos atau dijual ke petani. Ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus mengurangi limbah.


6. Jual Saat Harga Tinggi

Pantau pasar secara berkala. Harga ayam kampung biasanya naik menjelang hari raya atau musim tertentu. Simpan sebagian stok dan jual saat harga optimal untuk mendapatkan margin lebih besar.


7. Diversifikasi Produk

Selain menjual ayam hidup atau potong, Anda juga bisa menjual telur ayam kampung, ayam ungkep siap masak, hingga pupuk dari kotoran ayam. Diversifikasi meningkatkan potensi pendapatan.



Penutup


Beternak ayam kampung bisa menjadi ladang keuntungan jika dikelola dengan teknik yang tepat. Fokus pada efisiensi biaya, perawatan ayam yang baik, serta strategi pemasaran yang cerdas adalah kunci suksesnya. Dengan kerja keras dan pengetahuan yang benar, Anda bisa menjadikan usaha ini sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

Panduan Lengkap Beternak Ayam Kampung untuk Pemula


Beternak ayam kampung merupakan salah satu usaha yang menjanjikan, terutama bagi pemula yang ingin memulai bisnis di bidang peternakan dengan modal relatif kecil. Ayam kampung memiliki nilai jual tinggi karena daging dan telurnya dianggap lebih sehat dan alami dibanding ayam ras. Artikel ini akan membahas langkah-langkah dasar untuk memulai beternak ayam kampung.


1. Menentukan Tujuan Beternak

Langkah pertama adalah menentukan tujuan beternak: apakah untuk diambil telurnya, dagingnya, atau keduanya. Tujuan ini akan mempengaruhi jumlah ayam, jenis pakan, dan cara perawatan yang dibutuhkan.


2. Menyiapkan Kandang

Kandang harus dibuat dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan ayam. Pastikan sirkulasi udara baik, tidak lembap, serta terlindung dari hujan dan predator. Kandang juga harus mendapat sinar matahari yang cukup.


Tips membuat kandang:

Gunakan bambu atau kayu sebagai bahan utama.

Buat lantai kandang dari tanah atau pasir agar mudah menyerap kotoran.

Sediakan tempat bertelur, tempat pakan, dan minum yang bersih.


3. Memilih Bibit Ayam Kampung yang Unggul

Pilih bibit ayam kampung dari indukan yang sehat dan produktif. Ciri bibit unggul antara lain:

Aktif dan lincah

Tidak cacat fisik

Bulu bersih dan mengilap

Nafsu makan baik


4. Pemberian Pakan

Pakan ayam kampung bisa berupa campuran dedak, jagung giling, bekatul, atau sisa makanan rumah tangga. Pemberian pakan harus dilakukan secara teratur, minimal dua kali sehari.


Tambahan pakan alami: daun pepaya, kangkung, atau serangga kecil untuk menambah nutrisi.


5. Perawatan dan Kesehatan

Kebersihan kandang harus dijaga setiap hari agar ayam tidak mudah terkena penyakit. Vaksinasi dan pemberian vitamin secara berkala juga sangat dianjurkan.


Tanda ayam sakit: lemas, bulu kusam, tidak mau makan, keluar lendir dari hidung atau mulut.


6. Pemasaran Hasil Ternak

Ayam kampung bisa dijual dalam bentuk hidup, potong, atau telur. Kamu bisa menjualnya ke pasar tradisional, warung makan, atau melalui media sosial


Penutup

Beternak ayam kampung memang membutuhkan ketelatenan, namun dengan perencanaan yang tepat, hasilnya bisa sangat menguntungkan. Semoga panduan ini membantu kamu memulai usaha peternakan dengan langkah yang benar!


Selamat mencoba,Semoga berhasil


Menambah follower TikTok secara organik

 Berikut beberapa cara yang efektif untuk menambahkan jumlah follower


1. Buat Konten Menarik & Konsisten

Gunakan audio atau tren yang sedang viral.

Pastikan video kamu menarik di 3 detik pertama.

Upload secara rutin (minimal 1x sehari kalau bisa).

2. Gunakan Hashtag yang Tepat

Pakai hashtag yang sedang populer dan relevan dengan konten kamu.

Contoh: #fyp, #tiktokindonesia, #viral, atau topik sesuai niche-mu.

3. Optimalkan Profil

Buat bio yang jelas dan menarik.

Gunakan foto profil yang mudah dikenali.

Tambahkan link (jika ada) ke media sosial lain.

4. Interaksi dengan Audiens

Balas komentar dan DM.

Sering ikut live, duet, atau stitch dengan kreator lain.

5. Promosikan Konten di Platform Lain

Bagikan video TikTok kamu ke Instagram Reels, YouTube Shorts, atau WhatsApp.

6. Gunakan Waktu Upload yang Tepat


Coba posting saat orang aktif: jam 11.00–13.00 atau 19.00–21.00, terutama di hari kerja.



Selamat Mencoba,Semoga berhasil

Jumat, 02 Mei 2025

10 peluang usaha yang potensial di tahun 2025 beserta uraian singkatnya:

 

1. Usaha Makanan Sehat & Plant-Based

Uraian: Kesadaran akan gaya hidup sehat meningkat. Produk seperti makanan organik, vegan, atau menu diet khusus (keto, low-carb) sangat diminati.

Target pasar: Milenial dan Gen Z, pekerja urban, komunitas diet/fitness.


2. Jasa Pembuatan Konten Digital (Video, Desain, Copywriting)

Uraian: Banyak UMKM dan personal brand butuh konten berkualitas. Jasa ini dibutuhkan di platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.

Target pasar: UMKM, influencer, perusahaan startup.


3. Bisnis Dropship & Print-on-Demand

Uraian: Modal minim, tidak perlu stok barang. Cukup fokus di pemasaran online.

Contoh produk: Kaos custom, mug, tote bag, aksesori.

4. Jasa AI Consultant atau Prompt Writer

Uraian: Banyak bisnis ingin menggunakan AI tapi belum tahu caranya. Konsultan bisa bantu automasi kerja atau membuat prompt untuk ChatGPT.

Cocok untuk: Tech-savvy yang paham tren teknologi.

5. Les Online / Kursus Digital

Uraian: Kebutuhan belajar skill baru (bahasa, desain, coding, public speaking) sangat tinggi. Platform bisa berupa Zoom, YouTube, atau marketplace kursus.

Model: Kursus berbayar, membership, atau langganan.

6. Produk Ramah Lingkungan

Uraian: Konsumen mulai peduli terhadap isu lingkungan. Produk seperti sedotan stainless, tas daur ulang, atau sabun organik makin populer.

Nilai jual: Keberlanjutan dan kesadaran sosial.

7. Pet Care & Pet Supplies

Uraian: Peliharaan dianggap bagian keluarga. Jasa grooming, penitipan hewan, hingga camilan organik untuk hewan banyak dicari.

Tren: Produk premium dan personalisasi untuk hewan.

8. Waralaba Minuman Kekinian

Uraian: Minuman seperti kopi susu, boba, atau teh herbal tetap digemari, apalagi jika dikemas unik dan punya branding kuat.

Skala: Cocok untuk usaha kecil-menengah dengan sistem kemitraan.

9. Affiliate Marketing dan Influencer Mikro

Uraian: Bisa dikerjakan dari rumah. Cukup membuat konten dan menyertakan link affiliate. Komisi didapat dari penjualan.

Platform: Shopee Affiliate, TikTok Shop, Amazon, dsb.


10. Jasa Home Service (Cleaning, Massage, Barbershop)

Uraian: Gaya hidup serba praktis bikin orang senang dilayani di rumah. Jasa panggilan seperti bersih-bersih rumah, pijat, potong rambut jadi trend.


_ Selamat Mencoba,Semoga Sukses_


Untuk menaikkan jumlah penonton pada konten YouTube, kamu perlu strategi yang mencakup kualitas konten, optimasi SEO, serta promosi. Berikut beberapa cara efektif:


1. Optimasi Judul, Deskripsi, dan Tag

Gunakan judul menarik dan relevan yang membuat orang penasaran.

Sertakan kata kunci (keyword) di judul dan deskripsi agar mudah ditemukan di pencarian.

Gunakan tag yang sesuai dengan isi video.

2. Thumbnail Menarik

Buat thumbnail yang visualnya kuat dan informatif, bisa juga menampilkan ekspresi wajah, teks singkat, atau warna mencolok.

Thumbnail yang bagus bisa meningkatkan click-through rate (CTR).

3. Konsistensi Upload

Upload secara rutin, misalnya 1–2 kali seminggu, agar penonton terbiasa dan menantikan kontenmu.

4. Interaksi dengan Penonton

Balas komentar, ajukan pertanyaan di video, dan minta penonton like, share, dan subscribe.

Gunakan fitur Community Post jika sudah tersedia.

5. Promosi di Media Sosial

Sebarkan link video di Instagram, TikTok, Twitter, atau grup WhatsApp dan Facebook.

Kolaborasi dengan kreator lain juga bisa memperluas jangkauan.

6. Gunakan Playlist

Susun video dalam playlist agar penonton terus menonton (watch time meningkat).

7. Analisis Data YouTube Studio

Perhatikan data seperti retensi penonton, CTR, sumber traffic, dan lainnya. Ubah strategi berdasarkan data tersebut.

8. Fokus pada Niche

Pilih topik/niche spesifik agar mudah membangun audiens yang loyal.


Kamis, 13 Mei 2021

Tips Sederhana Budidaya Ikan Cupang di Rumah

Tips Sederhana Budidaya Ikan Cupang di Rumah

Kalian harus bisa memastikan indukan betina dan jantan yang sudah memasuki fase matang atau siap kawin. Untuk membedakan ikan cupang betina dan jantan tak terlalu sulit. Ikan cupang jantan memiliki ciri-ciri sirip melebar, ekor lebar mengembang, tubuh lebih besar, gerakkan lincah dan warna lebih cerah.Sedangkan, ikan cupang betina memiliki ciri-ciri sirip pendek, ekor lebih pendek, tubuh lebih kecil, gerakkan lamban dan warna kusam. Adapun ciri-ciri ikan cupang sudah matang atau siap kawin adalah sebagai berikut:

Ikan Cupang Betina

  • Gerakkan lambat
  • Sirip pendek
  • Warna kusam tidak menarik
  • Bentuk badan membulat
  • Bagian perut sedikit membuncit
  • Berumur sekitar 3-4 bulan

Ikan Cupang Jantan

  • Gerakkan lincah dan agresif
  • Sirip panjang
  • Warnanya terang atraktif
  • Bentuk badan panjang
  • Berumur sekitar 4-8 bulan 

   Untuk Pemijahan   

Masukkan Ikan Cupang Betina
Setelah ikan jantan membuat gelembung, kalian bisa memasukkan indukan betina. Biasanya waktu pemijahan terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Perlu diingat, ikan cupang akan begitu sensitif saat kawin. Untuk itu tutup wadah dengan koran dan letakkan wadah dari kebisingan orang-orang.
         Angkat Indukan Betina
Setelah terjadi pembuahan, angkat indukan betina dengan segera. Sebab, yang bertanggung jawab menjaga dan membesarkan anakan adalah ikan cupang jantan.

 Nantinya telur tersebut akan menetas dalam kurun waktu 24 jam setelah pembuahan. Namun, dari 1000 butir biasanya yang bisa dipanen sekitar 30-50 ikan cupang hidup. Ya, memang tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup begitu tinggi. Sekedar informasi, indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu 2-3 minggu. Sementara indukan betina disarankan dikawinkan hanya satu kali saja.

10 Cara Praktis Ternak Murai Batu

 


 

10 Cara Praktis Ternak Murai Batu

1.  Lokasi Kandang Murai Batu

Penempatan kandang penangkaran murai batu sangat berkaitan erat dengan keberhasilan penangkaran. Kandang yang salah akan menyebabkan murai batu tidak mau bertelur.Umumnya lokasi penangkaran murai batu berada diluar rumah, seperti di samping rumah ataupun perkarangan rumah. Faktor penting yang harus diperhatikan adalah tempat yang dijadikan kandang suasananya cukup tenang dan jarang ada gangguan yang berarti.

2. Ukuran Kandang Murai Batu

Ukuran kandang murai batu perlu diperhatikan karena akan berdampak pada kesehatan dan produktivitas murai batu tersebut. Ukuran kandang yang terlalu besar dapat menyebabkan murai batu terlalu banyak terbang sehingga energinya banyak dipakai untuk bergerak daripada untuk berproduksi.Sedangkan jika kandang terlalu kecil dapat menyebabkan murai batu stress sehingga dapat menggangu reporoduksi murai batu.

  • Kandang ukuran kecil : 60 cm x 60 cm x 60 cm (panjang x lebar x tinggi)
  • Kandang ukuran sedang : 100 cm x 200 cm x 200 cm (panjang x lebar x tinggi)
  • Kandang ukuran besar : 200 cm x 200 cm x 300 cm (panjang x lebar x tinggi)

 

3. Peralatan Pendukung 

Perlengkapan kandang murai batu mempunyai peran untuk mendukung pemeliharaan burung di penangkaran. Kandang penangkaran murai batu harus dilengkapi sarang pendukung lainnya, seperti tenggeran, bahan sarang, dan sarang murai batu.Perlengkapan kandang lainnya yang harus dipersiapkan adalah tempat pakan dan tempat minum murai batu.Untuk tempat bersarang, peternak murai batu dapat menggunakan barang bekas seperti baskom plastik yang kecil, kuali bekas, anyaman bambu, dan tempat nasi. Sebaiknya gunakanlah anyaman bambu, karena dapat memberikan rasa sejuk sehingga membuat murai batu nyaman bertelur dan mengeram.Untuk tenggeran, letakkan di dalam kandang dengan posisi yang tepat sehingga tidak mengganggu keleluasaan murai batu untuk beraktivitas. Perlu diperhatikan, tenggeran yang digunakan untuk perkawinan sebaiknya tidak sembarangan.Jenis, ukuran, dan penempatannya harus diperhitungkan. Lebih baik menggunakan tenggeran dengan bahan kayu yang berdiameter 0,15 – 0,2 cm.Untuk tempat pakan dan tempat air minum, sebaiknya kebersihannya selalu dijaga dan tidak tercemar bahan kimia sebelum digunakan. Letak posisi tempat makan atau tempat minum sebisa mungkin mudah dilihat oleh murai batu dan saling berdekatan. Lebih baik lagi jika ditambah wadah untuk tempat mandi burung murai batu.


4. Cara Menjaga Kebersihan Kandang 

Menjaga kebersihan kandang murai batu merupakan faktor terpenting untuk keberhasilan dalam membudidayakan murai batu. Dengan tingkat kebersihan yang terjaga, munculnya bibit penyakit dan hama tentu bisa diminimalisir.

Serta burung murai batu akan merasa lebih nyaman sehingga terhindar dari serangan stress yang merupakan pemicu munculnya berbagai penyakit pada murai batu.

Tips perawatan kandang murai batu :

  1. Membersihkan tempat pakan dan minum setiap hari.
  2. Setiap pagi, pakan dan air minum harus selalu diganti dengan yang baru. Sisa air minum atau pakan yang belum habis harus dibuang.
  3. Setiap hari, tempat penampungan kotoran burung murai batu harus dibersihkan dan kotorannya dibuang ke tempat khusus.
  4. Setiap satu minggu sekali, paling tidak sangkar dibersihkan secara keseluruhan.
  5. Setelah kotoran dibuang, sangkar bisa dicuci lalu disterilkan dengan disinfektan dan obat antikuman, serta dikeringkan dibawah sinar matahari.
  6. Tempat tenggeran burung murai batu juga harus dibersihkan minimal empat hari sekali.

5. Cara Pemberian Pakan Murai Batu

Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalam beternak murai batu. Murai batu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menunjang aktivitas dan produktivitasnya.

Agar nutrisi terpenuhi, murai batu perlu diberikan pakan yang segar dan bervariasi. Pemberian vitamin untuk murai batu juga perlu. Pakan burung murai batu bisa berupa pakan alami, pakan buatan, atau pakan campuran antara pakan buatan dan pakan alami.

Pemberian pakan ekstra juga diperlukan untuk mendongkrak pertumbuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh burung murai batu. Biasanya pakan ekstra yang diberikan berupa jangkrik, cacing, ulat hongkong, orong-orong ataupun belalang.

Dalam satu hari rata-rata burung akan membutuhkan air minum sebanyak 4 – 5 kali jumlah pakannya. Air sangat dibutuhkan oleh burung murai batu ini untuk proses metabolisme tubuh, termasuk mengatur suhu tubuh, mempertahankan keseimbangan volume dalam darah, dan melancarkan dalam proses pencernaan.

Selain itu, air minum yang diberikan sebaiknya air yang udah matang supaya lebih steril dan meminimalisir parasit yang bisa mengganggu kesehatan burung murai batu.

Pakan Alami Murai Batu

Murai batu termasuk jenis burung karnivora atau pemakan daging. Di habitat aslinya, pakan burung murai batu adalah jenis-jenis serangga seperti semut rangrang dan ulat.

Kroto Pakan yang Disukai Murai Batu

Meski sedikit mahal di pasaran, koroto tetap menjadi pilihan yang terbaik untuk pakan burung. Disamping gizinya yang sangat tinggi, telur semut rangrang ini memang menjadi makanan favorite bagi penggemar burung berkicau khususnya untuk burung murai batu.

Voer Khusus Burung

Voer khusus burung biasa di pakai sebagai pakan untuk burung kicau. Ada banyak macam jenis dan merek voer burung yang ada di pasaran ini. Penggunaan voer sebagai pakan burung memang jauh lebih praktis dan harganya juga murah.


6. Cara Perkembangbiakan Murai Batu Secara Poligami

Perkembangbiakan murai batu secara berpoligami bertujuan untuk menghemat indukan jantan. Yang lebih hebatnya lagi, dalam satu kandang dapat diisi 1 ekor pejantan dan 7 ekor betina.

Beberapa pertimbangan dalam menerapkan perkembangbiakan secara poligami :

  • Dapat menghemat indukan jantan, khususnya untuk indukan jantan yang benar-benar berkualitas.
  • Dapat meningkatkan kuantitas produksi atau anakan murai batu.
  • Dapat menghemat biaya kandang yang digunakan.
  • Memudahkan perawatan dan pengontrolan.

Persyaratan Sebelum Melakukan Perkembangbiakan Secara Poligami :

Memasukkan calon induk betina kedalam kandang. Betina yang dimasukkan harus berumur kurang lebih 1 tahun atau sudah siap dikawinkan. Kemudian masukan 2 ekor betina dan biarkan selama 2 minggu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Setelah itu masukan murai batu jantan bersama kandangnya ke dalam kandang betina. Ini bertujuan mencegah penyerangan murai batu jantan terhadap 2 ekor betina tersebut. Jadi harus beradaptasi dulu selama kurang lebih 1 minggu.

Tunggu sampai burung betina birahi. Biasanya burung betina akan bersiul-siul dan mendekati sangkar jantan. Ketika burung jantan dan betina sudah saling berdekatan, maka ini lah saat yang tepat untuk melepas murai batu jantan dari sangkarnya.


7. Cara Merawat Anakkan Murai Batu

Anak burung murai batu yang berusia 7 – 14 hari bisa deberi pakan dengan campuran voer dan krota yang sudah diencerkan. Pemberian pakan bisa dilakukan 1 jam sekali.

Setelah berusia 15 hari, biasanya mereka sudah bisa makan kroto sendiri. Akan tetapi tetap selalu diperhatikan agar anakkan burung murai batu dapat tumbuh sehat.

 


8. Cara Memandikan Murai Batu

Murai batu juga harus sering dimandikan agar kesehatan dan kebugaran tubuh murai batu dapat terjaga. Selain itu, memandikan murai batu juga mempercepat proses pergantian bulu-bulunya dan akan merangsang tumbuhnya bulu-bulu baru.

Beberapa Cara Memandikan Murai Batu :

  1. Memasukan tempat mandi ke dalam sangkarnya atau dengan cara memindahkan burung ke sangkar lain yang berukuran lebih besar dan didalamnya sudah disediakan semacam bak mandi. Ukuran bak mandi yang ideal untuk murai batu adalah panjang 17 cm, lebar 10 cm, dan kedalaman 6 cm.
  2. Menyemprotkan air dengan memakai sprayer yang semprotannya bisa diatur. Cara penyemprotan tidak boleh langsung mengenai tubuh burung karena bisa merusak bulu murai batu. Jadi sebaiknya menyemprotkan air ke atas bagian sangkar, sehingga air sedikit demi sedikit membasahi tubuh murai batu.

Waktu yang paling ideal untuk memandikan burung adalah di pagi hari antara pukul 07.00 – 10.00. Karena pada waktu ini sangat baik untuk kesehatan burung. Burung murai batu juga dapat mengerikan tubuhnya dengan sempurna karena sinar matahari.


9. Cara Menjemur Murai Batu

 

Waktu untuk menjemur murai batu adalah antara pukul 07.00 – 10.00 pagi ketika sinar matahari belum begitu panas dan menyengat. Untuk durasi penjemuran biasanya antara 20 menit – 60 menit.

Namun bisa juga lebih lama daripada itu. Sebenernya tergantung pada kondisi cuaca, kondisi burung, dan tujuan yang ingin dicapai. Penjemuran juga tidak boleh terlalu lama dalam suhu yang terlalu panas.

Karena penjemuran yang terlalu panas dan terlalu lama dapat mengakibatkan burung murai batu mati


10. Perhitungan Modal dan Keuntungan Ternak Murai Batu


 

 

 

 

 

Cara Budidaya Jangkrik untuk Pemula

 

TAHAPAN MEMULAI TERNAK JANGKRIK

1 .Menentukan Tempat / Lokasi

Perlu diketahui, jangkrik menyukai lokasi yang sunyi, tenang dan teduh. Selain itu, jangkrik juga menyukai lokasi yang memiliki sirkulasi yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan.Pastikan Anda menghindari lokasi yang ramai dan bising, seperti jalan raya atau dekat pasar. Anda dapat memilih lingkungan yang jauh dari kegiatan manusia. Lingkungan tersebut sangat digemari oleh jangkrik.Ruangan untuk berternak jangkrik tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung. Tetapi, ruang tempat ternak jangkrik juga harus jauh dari pepohonan agar dapat menyerap panas matahari secara bebas.Saat Anda memilih lokasi untuk ternak jangkrik, pastikan lokasi tersebut jauh dari kandang ayam atau binatang lain yang dapat memangsa jangkrik.

2. Membuat Kandang Jangkrik

Cara ternak jangkrik yang kedua yaitu membuat kandang jangkrik. Untuk membuat kandang jangkrik, buatlah kotak dari papan atau triplek dengan rangka dari kayu reng atau kayu kaso. Anda dapat membuat kotak dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30-40 cm. Gunakan lem pada setiap sambungan dan sudut kotak. Hal ini bertujuan agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar lewat celah sambungan karena ukuran jangkrik yang baru menetas masih sangat kecil. Untuk bagian permukaan atas, harus dapat dibuka tutup dengan menggunakan engsel. Sementara pada sisi muka dan belakang, beri lubang ventilasi dengan ukuran 50 x 7 cm. Posisi lubang ini sekitar 10 cm dari atas. Setelah membuat ventilasi, tutup dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak bisa keluar. Kemudian pada sisi pinggir, beri celah atau cantelan untuk pegangan guna memudahkan menggeser atau mengangkat peti.Setelah itu, beri isolasi plastik pada sekeliling sisi bagian dalam (kira-kira 10 cm dari atas). Hal ini bertujuan agar jangkrik tidak merayap ke atas. Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti (kira-kira tingginya 10 cm). Keempat kaki-kaki tersebut nantinya akan diberi mangkuk yang diirisi air untuk mencegah hama (salah satunya semut) masuk ke dalam kandang. Anda juga dapat membuat kandang jangkrik dengan disusun. Misalnya tiga susun untuk menghemat tempat dan efisiensi budidaya. Selain itu, pastikan Anda meletakkan kandang jangkrik di tempat yang gelap dan jauh dari kebisingan.

3. Tahap Pembibitan Jangkrik

Cara ternak jangkrik yang ketiga yaitu pembibitan jangkrik. Pastikan Anda memilih bibit jangkrik yang sehat, tidak cacat, tidak sakit dan umurnya sekitar 10-20 hari. Perlu diketahui, calon induk jangkrik yang baik yaitu jangkrik yang berasal dari tangkapan bebas alam. Jangkrik tersebut biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Terdapat ciri-ciri indukan jangkrik yang bagus, di antaranya:

1. Memiliki antena atau sungut yang masih panjang, anggota badan yang lengkap, badan berwarna mengkilap, serta bisa melompat jauh dan gesit. 

2. Hindari memilih jangkrik yang apabila dipegang mengeluarkan cairan (baik dari mulut maupun dubur).

3. Pada induk betina, ada ovipositor pada bagian ekornya.

4. Pada induk jantan, mengeluarkan derikan yang keras. Selain itu, permukaan punggung atau sayapnya bergelombang dan kasar.

5. Untuk membedakan jangkrik betina atau jantan, Anda dapat melihat ekornya. Jangkrik betina memiliki 3 helai ekor sedangkan jangkrik jantan hanya memiliki 2 helai ekor.

4. Mengawinkan Jangkrik

Cara ternak jangkrik yang keempat yaitu dengan mengawinkan jangkrik. Sebelum mengawinkan jangkrik, pastikan Anda telah memiliki tempat tersendiri. Tempat mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan tempat untuk pembesaran anakan. Buatlah kondisi kandang yang mirip dengan habitat jangkrik di alam. Anda dapat mengolesi dinding dengan tanah liat atau semen putih serta daun-daun kering. Jangkrik yang akan dikawinkan harus berasal dari spesies yang sama. Jika berbeda spesies, maka perkawinan tidak akan terjadi. Kemudian untuk mengawinkan jangkrik, masukkan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10:2. Pastikan Anda telah menyiapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan, jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus dan jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur. Telur tersebut biasanya akan diletakkan dalam pasir atau tanah. Telur jangkrik tersebut akan menetas setelah 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan dimulai. Maksimal 5 hari setalah induk betina bertelur, pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini bertujuan untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.

5. Tahap Pemeliharaan dan Pembesaran

Pada tahap ini, berikan pakan yang baik untuk jangkrik. Anda dapat memberikan pakan pelet buatan Astrik dan sayur-sayuran seperti wortel, sawi, daun katuk, gambas, daun pepaya dan lainnya. Prose pemberian sayuran pada jangkrik mengikuti ketentuan yaitu pada hari pertama sampai hari ke sepuluh, beri sebanyak dua kali sehari. Hari ke sebelas sampai ke tiga puluh, beri satu kali dalam dua hari. Kemudian jika lebih dari tiga puluh hari, tidak diberi pakan sayur.

 

 

 

Sabtu, 25 Februari 2012

BUDIDAYA SEMANGKA

GBR SEMANGKA

I. PENDAHULUAN
Tingkat dan kualitas produksi semangka di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon, pemupukan yang tidak berimbang, serangan hama dan penyakit tanaman, pengaruh cuaca /iklim, serta teknis budidaya petani.
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Curah hujan ideal 40-50 mm/bulan. Seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam. Suhu optimal ± 250 C. Semangka cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl.

2.2. Media Tanam
Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Cocok pada jenis tanah geluh berpasir. Keasaman tanah (pH) 6 - 6,7.
III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Penyiapan Media Semai
- Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 25-50 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Diamkan + 1 minggu di tempat teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
- Campurkan tanah halus (telah diayak) 2 bagian atau 2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian atau 1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang (1-3 kg) .Masukkan media semai ke dalam polybag kecil 8x10 cm sampai terisi hingga 90%.

3.1.2. Teknik Perkecambahan Benih
Benih dimasukkan ke dalam kain lalu diikat, kemudian direndam dalam ramuan : 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 sendok POC NASA (direndam 8-12 jam). Benih dalam ikatan diambil, dibungkus koran kemudian diperam 1-2 hari. Jika ada yang berkecambah diambil untuk disemaikan dan jika kering tambah air dan dibungkus kain kemudian dimasukkan koran lagi.

3.1.3. Semai Benih dan Pemeliharaan Bibit
- Media semai disiram air bersih secukupnya. Benih terpilih yang calon akarnya sudah sepanjang 2-3 mm, langsung disemai dalam polybag sedalam 1-1,5 cm.
- Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh. Diberi perlindungan plastik transparan, salah satu ujung/pinggirnya terbuka.
- Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, dilakukan rutin setiap 3 - 4 hari sekali. Penyiraman 1-2 kali sehari. Pada umur 12-14 hari bibit siap ditanam.

3.2. Pengolahan Media Tanam
3.2.1. Pembukaan Lahan
Pembajakan sedalam + 30 cm, dihaluskan dan diratakan. Bersihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu.

3.2.2. Pembentukan Bedengan
Lebar bedengan 6-8 m, tinggi bedengan minimum 20 cm.

3.2.3. Pengapuran
Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.

3.2.4. Pemupukan Dasar
a. Pupuk kandang 600 kg/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam.
b. Pupuk anorganik berupa TSP (200 kg/ha), ZA (140 kg/ha) dan KCl (130 kg/ha).
c. Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secukupnya diatas bedengan dengan dosis + 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika POC NASA digantikan SUPER NASA, dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.

3.2.5. Lain-lain
Bedengan perlu disiangi, disiram dan diberi plastik mulsa dengan lebar 110-150 cm agar menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar. Di atas mulsa dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm untuk perambatan semangka dan peletakan buah.

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pembuatan Lubang Tanaman
Dilakukan Satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8-10 cm. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90-100 cm.

3.3.2. Waktu Penanaman
Penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian bibit disiram hingga cukup basah.

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Sebaiknya dilakukan 3 - 5 hari setelah tanam.

3.4.2. Penyiangan
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena mengganggu pertumbuhan buah.

3.4.3. Perempelan
Dilakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang.

3.4.4. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan melalui saluran diantara bedengan atau digembor dengan interval 4-6 hari. Volume pengairan tidak boleh berlebihan.

3.4.5. Pemupukan

Waktu

Dosis Pupuk Makro (kg/ ha)

ZA

TSP

KCl

Susulan I (3 hari)

40

-

40

Susulan II Daun 4-6 helai

120

85

80

Susulan III Batang 45–55 cm

170

-

30

Susulan IV Tanaman bunga

130

-

30

Susulan V Buah masih pentil

80

-

30

POC NASA ( per ha )
Mulai umur 1 minggu – 6 atau 7 minggu


POC NASA disemprotkan ke tanaman alternatif 1: 6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 4 tutup botol/ tangki
alternatif 2: 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup botol/ tangki
3.4.6. Waktu Penyemprotan HORMONIK
Semprotkan HORMONIK sejenis ZPT/hormon alami. Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-4 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan pada umur 21 - 70 hari, interval 7 hari sekali.

3.4.7. Pemeliharaan Lain
Pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Semenjak calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidakmerataan terkena sinar matahari.

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1 Hama
a. Thrips
Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak. Pengendalian: semprotkan Natural BVR atau Pestona.

b. Ulat Perusak Daun
Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, gejala : daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. Pengendalian: dilakukan penyemprotan Natural Vitura atau Pestona.

c. Tungau
Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: semprot Natural BVR atau Pestona.

d. Ulat Tanah
Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian: (1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya; (2) pengendalian dengan penyemprotan Natural Vitura/Virexi atau Pestona.

e. Lalat Buah
Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian : membersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul, pemasangan perangkap lalat buah dan semprot Pestona.

3.5.2. Penyakit
a. Layu Fusarium
Penyebab: lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian: (1) dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami, (2) pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam.

b. Bercak Daun
Penyebab: spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala: permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendalian: seperti pada penyakit layu fusarium.

c. Antraknosa
Penyebab: seperti penyakit layu fusarium. Gejala: daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendalian: seperti pengendalian penyakit layu fusarium.

d. Busuk Semai
Menyerang pada benih yang sedang disemaikan. Gejala: batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaian di media semai.

e. Busuk Buah
Penyebab: jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian: hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.

f. Karat Daun
Penyebab: virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian: sama seperti penyakit layu fusarium.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia. Agar penyemprotan pestisida kimia dapat merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis + 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.

3.6. Panen
3.6.1.Ciri dan Umur Panen
Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen).

3.6.2.Cara Panen
Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.

BUDIDAYA MELON

GBR MELON

PENDAHULUAN
Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.
PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produktivitas melon secara Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian lingkungan ( Aspek K-3 ).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-300C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.

2.2. Media Tanam
Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Pembuatan Media Semai
Siapkan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan + 1 minggu di tempat yang teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).
Campurkan tanah halus (diayak) 2 bagian/2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian/1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang 1-2 kg . Masukkan media semai ke dalam polybag ukuran 8x10 cm sampai terisi hingga 90%.

3.1.2. Teknik Penyemaian dan pemeliharaan Bibit
Rendam benih dalam 1 liter air hangat suhu 20-250C + 1 tutup POC NASA selama 8-12 jam lalu diperam + 48 jam. Selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1. Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka.
Semprotkan POC NASA untuk memacu perkembangan bibit, pada umur bibit 7-9 hari dengan dosis 1,0-1,5 cc/liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.
Bibit melon yang sudah berdaun 4-5 helai atau tanaman melon telah berusia 10-12 hari dapat dipindahtanamkan dengan cara kantong plastik polibag dibuka hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya, bedengan jangan sampai kekurangan air.

3.2. Pengolahan Media Tanam
3.2.1. Pembukaan Lahan
Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan.

3.2.2. Pembentukan Bedengan
Panjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 30-50 cm; lebar bedengan 100-110 cm; dan lebar parit 55-65 cm.

3.2.3. Pengapuran
Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.

3.2.4. Pemupukan Dasar
Pupuk
Kandang
(ton/ ha)
Dosis Pupuk Makro
( gram/ pohon )
Dosis POC NASA
Urea
SP36
KCl
4-5
12
20
8
30-60 tutup /1000 m2
+ air secukupnya (siramkan)
Hasil akan lebih baik jika pada pemupukan dasar, POC NASA diganti SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1-2 botol/1000 m2 dengan cara :
Alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.

3.2.5. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dosis 1-2 kemasan per 1000 m2

3.2.6. Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam.

3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Pembuatan Lubang Tanam
Diameter lubang + 10 cm, jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga.

3.3.2. Cara Penanaman
Bibit siap tanam dipindahkan beserta medianya. Usahakan akar tanaman tidak sampai rusak saat menyobek polibag.

3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari
3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma/ rumput liar.
3.4.3. Perempelan>
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
3.4.4. Pemupukan
Waktu
Dosis Pupuk Makro ( gram/ pohon )
Urea
SP-36
KCl

Umur 10 hari
12
12
10

Umur 20 hari
12
12
10

Umur 30 hari
12
8
12

Umur 40 hari
12
8
20
POC NASA :
( per ha )
Mulai umur 1 minggu – 6 atau 7 minggu

POC NASA disemprotkan ke tanaman :
  • Alternatif 1 : 6-7 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 4 tutup botol/ tangki
  • Alternatif 2 : 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 tutup botol/ tangki

3.4.5. Penggunaan Hormonik
Dosis HORMONIK : 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-5 tutup POC NASA setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali.

3.4.6. Penyiraman
Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.

3.4.7. Pemeliharaan Lain
a. Pemasangan Ajir
Ajir dipasang sesudah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir + 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah + 2-3 kg. Tempat ditancapkannya ajir + 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya.
b. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.

3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama
a. Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian: (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama; (2) semprot Pestona atau Natural BVR.

b. Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR.

3.5.2. Penyakit
a. Layu Bakteri
Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Pengendalian: penggunaan Natural GLIO sebelum tanam.

b. Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. (3) gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan.

Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

3.5.3. Gulma
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.

3.6. Panen
3.6.1. Ciri dan Umur Panen
a. Tanda/Ciri Penampilan Tanaman Siap Panen
1. Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
2. Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
3. Warna kulit hijau kekuningan.
b. Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
c. Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.

3.6.2. Cara Panen
a. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
b. Tangkai dipotong berbentuk huruf "T" , maksudnya agar tangkai buah utuh.
c. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
d. Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.

3.6.3. Penyimpanan
Buah melon tidak boleh ditumpuk, yang belum terangkut disimpan dalam gudang. Buah ditata rapi dengan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan harus bersih dan kering.

BUDIDAYA TOMAT

GBR  TOMAT

Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

A. FASE PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh>
- Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
- Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 - 6
- Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
- Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman

2. Pola Tanam
- Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
- Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu

3. Penyiapan Lahan
- Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .
- Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
- Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
- Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
- Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.
- Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
- Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
- Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000 m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :
- alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
- alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan
- Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari
- Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari
- Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
- Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm

4. Pemilihan Bibit
- Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
- Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
- Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)

B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
- Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg + Natural GLIO (1:1)
- Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
- Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
- Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
- Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
- Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki

C. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )
- Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
- Bibit siap tanam umur 3 - 4 minggu, berdaun 5-6
- Penanaman sore hari
- Buka polibag plastik
- Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya
- Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air
- Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
- Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit
- Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural VITURA
- Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
- Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat

D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
- Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
- Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air
- Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.
- Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).
- Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
- Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
- Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam
- Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.
- Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
- Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.

E. FASE GENERATIF (30 - 80 HST)
1. Pengelolaan Tanaman
- Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
- Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman
- Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek
- Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
- Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK/tangki. - Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.

2. Pengamatan Hama dan Penyakit
- Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
- Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. - - Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
- Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
- Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
- Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.

F. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 - 130 HST)
- Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
- Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
- Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
- Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
- Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
- Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.

BUDIDAYA NILAM


A. PENDAHULUAN
Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa Negara di antara minyak atsiri lainnya. Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal. PT Natural Nusantara berusaha meningkatkan produksi minyak nilam secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

B. EKOLOGI
Tanaman nilam dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi dengan ketinggian optimal 10-400 mdpl, curah hujan antara 2500 - 3500 mm/th dan merata sepanjang tahun, suhu 24 - 280C, kelembaban lebih dari 75%, intensitas penyinaran matahari cukup, tanah subur dan gembur kaya akan humus.

C. PEMBIBITAN
- Stek diambil dari batang atau cabang yang sudah mengayu dari bagian tengah, berdiameter 0,8-1,0 cm, + 15-23 cm dan paling sedikit 3-5 mata tunas
- Siapkan bedengan persemaian, ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjang tergantung kebutuhan, parit selebar 30-40 cm dan dalamnya + 50 cm
- Tanah bedengan diolah sampai gembur dicampur pasir dengan perbandingan 2:1 dan selanjutnya diberi pupuk kandang matang yang telah dicampur Natural GLIO (1 sachet Natural GLIO + 25-50 kg Pupuk Kandang)
- Buat naungan menghadap ke timur dengan ketinggian 180 cm timur dan 120 cm barat, letakkan daun kelapa atau alang-alang di atas para-para.
- Stek ditanam posisi miring, bersudut 450 sedalam 10 cm dan jarak tanam 10 x 10 cm
- Siram dengan POC NASA (2-3 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10 - 15 liter air.
- Setelah umur 3-4 minggu bibit sudah siap dipindahkan ke lapangan (2-4 hari) sebelum bibit dipindah semprot POC NASA (3-4 tutup/tangki).

D. PENGOLAHAN LAHAN
- Lahan dibersihkan dari jenis rumput-rumputan, kayu-kayuan dan semak belukar.
- Tanah dicangkul atau dibajak serta digaru
- Buat parit-parit pembuangan air lebar 30-40 cm dan dalamnya 50 cm

E. JARAK TANAM
- Dataran rendah yang tanahnya subur 100 x 100 cm, tanah yang kandungan liatnya tinggi 50 x 100 cm
- Pada tanah lipatit, 75 x 75 cm
- Tanah berbukit dengan mengikuti garis contour 50 x 100 cm atau 30 x 100 cm

F. PENANAMAN
~ Secara tidak Langsung
- Bibit stek dicabut dari persemaian umur 3-4 minggu, bila akar terlalu panjang sebaiknya dipotong supaya tidak mudah terserang busuk akar. - - - Setiap lubang tanam ditanami 1-2 bibit stek
~Secara Langsung
- Tanam stek secara langsung di lahan 2-3 stek per lubang tanam
Catatan : Akan lebih baik pada penanaman secara langsung, sebelum di tanam stek direndam dulu dalam POC NASA (1-2 tutup) + HORMONIK ( 1 tutup ) per 5 -10 liter.>

G. PEMUPUKAN
Pemupukan dengan cara melingkar di sekililing pangkal tanaman
Dosis pupuk makro yang digunakan + adalah :
( lihat tabel disamping )

Aplikasi

Urea
kg/ha

DS/TSP
kg/ha

KCl
Kg/ha

NASA
btl/ha

HRN
btl/ha

Saat Tanam


25 - 50


3 - 5
kocor


-

1 bulan

37,5


20

2 - 5
semprot

-

1 mgg setelah panen I


56,25


-


30


2,5 – 5
semprot


5 – 10
semprot

1 mgg
Setelah
Panen II


56,25


-


30


2,5 – 5
semprot


5 – 10
semprot

TOTAL

150

25 - 50

80

10-20

10 - 20

Siramkan SUPER NASA yang telah dicampur air, merata di atas bedengan, dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :
- alternatif 1 ; 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
- alternatif 2 ; setiap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
POC NASA disemprotkan umur 20, 30, 50 dan 60 hari setelah tanam dengan dosis 4 - 5 tutup/tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup)/tangki.

H. PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan satu bulan setelah tanam untuk mengganti tanaman yang mati atau kurang normal

I. PENYIANGAN
Dilakukan 2 bulan setelah tanam atau saat tanaman mencapai tinggi 20-30 cm dan cabang bertingkat dengan radius 20 cm. Selanjutnya setiap 3 bulan sekali

J. PEMANGKASAN
- Penjarangan dan pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam. Penjarangan dengan mencabut tanaman yang jaraknya terlalu rapat. - Pemangkasan pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya, yaitu pada cabang dari tingkat tiga ke atas. Untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru, sebaiknya dalam tiap rumpun dibiarkan satu cabang saja yang tumbuh dan semprot dengan POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1-2 tutup) setelah pemangkasan.

K. PEMBUMBUNAN
Dilakukan setelah panen, cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen dan letaknya dekat dengan tanah ditimbun di dekat ujungnya setinggi 10-15 cm. Sedang cabang-cabang yang letaknya jauh dari tanah dipatahkan di bagian ujungnya, tetapi tidak terputus dari batangnya, sesudah itu bagian yang patah ditimbun dengan tanah.

L. PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
1. H a m a
a. Ulat Penggulung Daun (Pachyzaneba stutalis)
Ulat hidup dalam gulungan daun muda, sambil memakan daun yang tumbuh, serangan berat hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan .

b. Belalang ( Orthoptera )
Hama ini memakan daun, sehingga tanaman menjadi gundul. Serangan berat batang dimakan akhirnya mati. Pengendalian : sanitasi lingkungan .

c. Criket Pemakan Daun (Gryllidae)
Memakan daun muda sehingga daun berlubang-lubang dan produksi turun. Pengendalian : sanitasi lingkungan.

2. Penyakit
a. Budok (hoprosep)
Penyebabnya adalah virus, gejala daun keriting, berwarna abu-abu dan rontok, terbentuk benjolan-benjolan pada batang sampai akar bila dipijit baunya tidak enak. Penyakit ini tumbuh setelah musim kemarau dan disebabkan oleh pemangkasan yang terlalu berat saat panen. Pengendalian : sanitas kebun, Alat-alat kerja steril.

b. Penyakit Busuk Batang
Penyebabnya jamur Fusarium sp. dan menyerang pada akar atau batang. Batang terserang akan mengerut, warna berubah coklat lalu menghitam disekeliling batang dan akhirnya mati. Pengendalian : kurangi kelembaban dengan cara dipangkas, hindari luka, gunakan Natural GLIO + SUPERNASA. Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki

M. PANEN DAN PASCA PANEN
- Panen dapat dilakukan pada umur 6 - 8 bulan setelah tanam
- Semua bagian tanaman nilam, yaitu akar, batang, cabang dan daun mengandung minyak atsiri
- Alat yang digunakan sabit, gunting, atau parang yang tajam dan bersih
- Panen pertama, bagian yang boleh dipangkas adalah cabang-cabang dari tingkat dua ke atas, sedang cabang-cabang tingkat pertama ditinggalkan
- Selesai panen pertama, bila cabang-cabang pertama jauh dari tanah dirundukkan tetapi tidak putus kemudian ditimbun tanah pada setiap tunasnya
- Setelah tanaman umur 9 bulan, tanaman dapat dipanen kedua kalinya dengan cara seperti panen pertama, sehingga akan diperoleh cabang-cabang baru dan anakan baru.
- Demikian selanjutnya sampai panenan pada bulan ke-12, 15, 18, 21, 24 , dst
- Panenan daun nilam dipotong-potong + 3-5 cm kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kadar air 15 % kemudian di suling.